Jakarta – Harga batu bara termal ICE Newcastle lanjut naik lagi. Sudah hampir 3 minggu harga batu bara tetap kuat berada di US$ 100/ton. Pasar masih diliputi sentimen pemulihan permintaan di tengah adanya disrupsi rantai pasok.

Harga kontrak futures (berjangka) batu bara termal ICE Newcastle ditutup naik 1% pada perdagangan kemarin. Kini harga kontrak si batu legam yang aktif diperjualbelikan itu berada di US$ 116,75/ton.

Baca: Hingga Mei, Produksi Batu Bara Mencapai 237 Juta Ton

China masih kesulitan untuk mengatasi masalah ketatnya pasokan batu bara di negaranya setelah secara informal memboikot impor batu bara dari Australia. Akibatnya pemasok batu bara China selain Australia berbondong-bondong menaikkan harga batu baranya.

Di sisi lain permintaan di Jepang dan Korea Selatan juga mulai meningkat. Di Korea Selatan ada pemadaman yang tidak direncanakan pada reaktor nuklirnya di Shin Kori. Hal tersebut membuat permintaan listrik dari pembangkit batu bara termal meningkat.

Pembatasan pembangkit listrik tenaga batu bara Jepang juga secara bertahap dilonggarkan. Hal ini semakin mendukung kenaikan harga batu bara dunia mengingat Asia adalah destinasi utama ekspor batu bara.

India yang sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19 kini perlahan mulai melonggarkan lockdown terutama di ibu kota New Delhi seiring dengan tren pertambahan kasus infeksi yang menurun. Pemerintah terus berupaya menggenjot aktivitas bisnis agar perekonomian tidak semakin terpuruk.

Baca: Seminggu Drop 7,3% Harga Batu Bara Masih di Atas US$ 100/ton

Gangguan rel di Kolombia dan Rusia dan pemeliharaan rel di Afrika Selatan membuat distribusi batu bara terutama untuk yang berkalori tinggi sedikit terhambat. Apalagi aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Newcastle juga lebih rendah dari tahun lalu.

Naiknya harga LNG juga mendukung permintaan batu bara lintas laut, karena bahan bakar ini akan semakin kompetitif untuk pembangkit listrik. Kombinasi faktor inilah yang membuat harga batu bara terus mengalami kenaikan meski negara-negara barat terus berupaya untuk meninggalkan bahan bakar fosil yang satu ini.

 

#coal #batubara #migas #renewable #energy #gas #oil #indonesia

source:
https://www.cnbcindonesia.com/market/20210609095703-17-251660/india-mulai-longgarkan-lockdown-harga-batu-bara-lanjut-naik